Desa wisata bukan sekadar tentang destinasi yang indah. Ada perjalanan yang harus dirancang, wisatawan yang harus dilayani, rombongan yang harus dipimpin, perjalanan yang harus dikelola, dan pengalaman yang harus dibuat berkesan. Keindahan alam dan kearifan lokal memang menjadi daya tarik utama, tetapi tanpa sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, semua potensi itu hanya akan menjadi cerita yang tidak terwujud. Karena itu, SDM pariwisata desa juga perlu naik kelas.
SDM: Kendala Utama Pengembangan Desa Wisata
Berbagai kajian dan pernyataan para pemangku kepentingan menegaskan bahwa SDM merupakan kendala utama dalam pengembangan desa wisata di berbagai daerah di Indonesia. Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti bahwa pemahaman pelaku wisata di berbagai desa perlu disamakan persepsinya agar pengembangan desa wisata bisa berjalan optimal. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa juga menyebut pengembangan SDM dan kelembagaan di desa wisata sebagai tantangan yang masih dirasakan hingga saat ini.
Di lapangan, keterbatasan nyata terlihat. Penguasaan bahasa asing masih menjadi kendala besar. Banyak SDM pengelola desa wisata yang masih bersifat ngayah— bekerja secara sukarela tanpa kejelasan profesionalisme. Literasi manajemen SDM tentang pengelolaan dan pengembangan ekowisata masih rendah, dan peran kelompok sadar wisata (Pokdarwis) belum maksimal. Sederet persoalan ini menunjukkan bahwa keindahan destinasi saja tidak cukup. Desa wisata membutuhkan SDM yang terlatih, profesional, dan tersertifikasi.
Pelatihan dan Sertifikasi: Jalan Menuju Profesionalisme
Kabar baiknya, kesadaran akan pentingnya peningkatan SDM pariwisata desa semakin menguat. Berbagai daerah dan lembaga telah mulai menggelar pelatihan dan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi para pengelola destinasi wisata. Sertifikasi BNSP memberikan nilai tambah kompetitif bagi pelaku lokal saat bersaing di pasar pariwisata nasional dan internasional.
Di Kebumen, 50 pelaku wisata menerima fasilitasi sertifikasi profesi BNSP skema kepemanduan ekowisata di Desa Wisata Penusupan. Di Gresik, pelatihan dan sertifikasi BNSP digelar bagi pengelola destinasi wisata dari tingkat desa hingga kabupaten. Di Labuan Bajo, puluhan pemandu wisata lokal mengikuti sertifikasi kompetensi bidang kepemanduan ekowisata yang digelar BNSP bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata. Di Malinau, bahkan tercatat sejarah dengan kick off sertifikasi pengelola desa wisata pertama di Indonesia.
Kementerian Pariwisata pun berkolaborasi dengan BNSP mengeluarkan panduan profesi kepariwisataan yang mencakup 483 skema okupasi nasional dalam 34 bidang pariwisata. Ini menunjukkan bahwa ekosistem pariwisata nasional sedang bergerak menuju standarisasi kompetensi yang jelas.
Panglima Desa Buka Peluang Kolaborasi
Menyadari urgensi peningkatan SDM pariwisata desa, Panglima Desa bersama tim pariwisata membuka peluang kolaborasi melalui 5 paket training pariwisata:
- Tour Leader – memimpin dan mengelola rombongan perjalanan wisata
- Tour Planner – merancang dan menyusun paket perjalanan yang menarik
- Tour Operator – mengelola operasional dan logistik perjalanan wisata
- Tourist Guide – memandu dan memberikan pengalaman bermakna kepada wisatawan
- Tour Consultant – memberikan konsultasi profesional di bidang pariwisata
Kelima paket ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata desa wisata, mulai dari perencanaan hingga pelayanan langsung kepada wisatawan. Bagi Anda yang ingin meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan daya saing di bidang pariwisata, tersedia program training serta sertifikasi BNSP yang diakui secara nasional.
Jangan hanya mengandalkan pengalaman. Tingkatkan kompetensi dan buktikan profesionalitasmu. Sertifikat BNSP menjadi bukti bahwa Anda adalah tenaga ahli pariwisata yang diakui secara nasional.
Insight
Desa wisata adalah salah satu pilar kebangkitan ekonomi desa. Namun, keindahan alam dan budaya saja tidak cukup. Diperlukan SDM yang kompeten, profesional, dan tersertifikasi untuk mengelola, melayani, dan menciptakan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan. Pelatihan dan sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan desa wisata.
Bersama kita kuatkan SDM desa, kembangkan pariwisata, dan wujudkan desa wisata yang berdaya dan berkelanjutan.
Dari desa 🌱
untuk Indonesia 🇮🇩









