{"id":458,"date":"2025-05-30T02:51:32","date_gmt":"2025-05-30T02:51:32","guid":{"rendered":"https:\/\/panglimadesa.biz.id\/?p=458"},"modified":"2025-06-10T06:55:18","modified_gmt":"2025-06-10T06:55:18","slug":"adat-bersandikan-syarak-syarak-bersandikan-kitabullah-budaya-minangkabau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/panglimadesa.biz.id\/index.php\/2025\/05\/30\/adat-bersandikan-syarak-syarak-bersandikan-kitabullah-budaya-minangkabau\/","title":{"rendered":"Adat Bersandikan Syarak-Syarak Bersandikan Kitabullah : Budaya Minangkabau"},"content":{"rendered":"\n<p>Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi membuka Bimbingan Teknis Penguatan Adat dan Budaya Minangkabau bagi para penggerak Bundo Kanduang di Kota Padang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat implementasi nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau, khususnya prinsip <em>Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah<\/em> (ABS-SBK) serta <em>adat salingka nagar<\/em>i<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan pentingnya penguatan adat dan budaya Minangkabau, yang telah diakui secara hukum melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat. ABS-SBK dan <em>adat salingka nagari<\/em> menjadi karakteristik utama masyarakat Minangkabau yang harus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>ABS-SBK: Fondasi Identitas Minangkabau<\/strong><br>ABS-SBK bukan sekadar slogan, melainkan falsafah hidup yang mengintegrasikan adat dan agama Islam secara harmonis. Prinsip ini menegaskan bahwa adat Minangkabau berlandaskan syariat Islam, sementara syariat Islam bersumber dari Al-Qur\u2019an. Konsep ini telah menjadi <em>way of life<\/em> masyarakat Minangkabau, mengatur hubungan horizontal antarmanusia (<em>hablumminannas<\/em>) dan hubungan vertikal dengan Allah SWT (<em>hablumminallah<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, di tengah arus globalisasi, nilai-nilai ABS-SBK menghadapi tantangan serius. Pergeseran moral dan degradasi budaya mengancam kelestarian adat Minangkabau. Oleh karena itu, upaya penguatan melalui pendidikan, pelatihan, dan sosialisasi menjadi penting, terutama di tingkat <em>nagari<\/em> sebagai unit terkecil masyarakat Minangkabau.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Peran Bundo Kanduang dan Pemangku Adat<\/strong><br>Bundo Kanduang sebagai pemangku adat perempuan memegang peran sentral dalam pelestarian budaya Minangkabau. Mereka tidak hanya menjadi simbol kearifan lokal tetapi juga aktor utama dalam menanamkan nilai-nilai ABS-SBK kepada generasi muda.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Syaifullah, menyatakan bahwa penguatan peran Bundo Kanduang dan <em>Puti Bungsu<\/em> (perempuan muda adat) menjadi kunci keberhasilan implementasi ABS-SBK. Melalui kegiatan seperti bimbingan teknis, pelatihan, dan lomba adat di tingkat <em>nagari<\/em>, diharapkan semangat ABS-SBK dapat terus hidup dan diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Falsafah ABS-SBK dalam Kehidupan Sehari-hari<\/strong><br>ABS-SBK mengandung beberapa nilai filosofis yang mendalam, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Alam Takambang Jadi Guru<\/strong>: Masyarakat Minangkabau menjadikan alam sebagai sumber pembelajaran, mencerminkan harmoni antara manusia dan lingkungan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adab dan Budi Pekerti<\/strong>: Nilai-nilai akhlak mulia menjadi pondasi kehidupan sosial, sesuai dengan ajaran Islam dan kearifan lokal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Musyawarah dan Mufakat<\/strong>: Pengambilan keputusan dilakukan secara kolektif, mencerminkan prinsip demokrasi dan kebersamaan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kebersamaan dan Gotong Royong<\/strong>: Semangat <em>saciok bak ayam, sadanciang bak basi<\/em> (bersatu padu) menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Tantangan dan Harapan ke Depan<\/strong><br>Di era modern, nilai-nilai ABS-SBK kerap tergerus oleh pengaruh budaya asing yang tidak sejalan dengan adat dan agama. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah konkret, seperti: <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pendidikan Adat<\/strong>: Memasukkan muatan lokal ABS-SBK dalam kurikulum sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Peran Aktif Pemangku Adat<\/strong>: Ninik mamak, alim ulama, dan Bundo Kanduang harus bersinergi menjaga adat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Regulasi Pemerintah<\/strong>: Memperkuat payung hukum pelestarian adat melalui peraturan daerah.<\/p>\n\n\n\n<p>ABS-SBK bukan hanya warisan leluhur, tetapi identitas yang harus terus dihidupkan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pemangku adat, dan masyarakat, nilai-nilai adat dan agama dapat tetap relevan di tengah perubahan zaman. Sebagai pepatah Minang mengatakan, <em>&#8220;Adat jo syarak kok tasusun, nagari nan aman sentosa&#8221;<\/em> (Jika adat dan syariat terjalin, negeri akan aman sentosa).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi membuka Bimbingan Teknis Penguatan Adat dan Budaya Minangkabau bagi para penggerak Bundo Kanduang di Kota Padang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat implementasi nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau, khususnya prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) serta adat salingka nagari Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan pentingnya penguatan adat dan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":459,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39],"tags":[],"class_list":["post-458","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-budaya-desa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/panglimadesa.biz.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/458","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/panglimadesa.biz.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/panglimadesa.biz.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/panglimadesa.biz.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/panglimadesa.biz.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=458"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/panglimadesa.biz.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/458\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":460,"href":"https:\/\/panglimadesa.biz.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/458\/revisions\/460"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/panglimadesa.biz.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/459"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/panglimadesa.biz.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=458"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/panglimadesa.biz.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=458"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/panglimadesa.biz.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=458"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}